Kemarin, berita tentang "Puluhan Wanita di Kota Malang Positiv Kanker Serviks" lewat di beranda sosmed saya. (Innalillahi, semoga dapat tertangani dengan baik dan sembuh).
Saya pun teringat momen 3 tahunan ketika saya melakukan ted IVA dan HPV DNA di Puskesmas. Tahun ini, saya melakukannya di Puskesmas Slerok, Tegal. Yang menjadi perhatian saya adalah, ketika saya update story tentang pemeriksaab IVA ini, terntara banyak dari teman-teman saya yang belum tahu apa dan bagaimana tes IVA itu. Padahal ini merupakan progam pemerintah yang sudah berlangsung lama.
Maka, untuk membantu mensosialisasikan program baik ini, saya pun membuat rangkuman QnA ringan untuk dibaca teman-teman sekalian. Silakan disimak 💐
IVA Test adalah metode untuk deteksi dini kanker serviks, dengan melihat ada/tidaknya perubahan prakanker pada serviks setelah diolesi asam asetat.
"Kayak pap smear ya?"
Iya, tujuannya serupa. Bedanya, IVA nggak butuh analisis laboratorium, sehingga hasilnya lebih cepat diketahui dan biayanya lebih terjangkau.
Biasanya, tes IVA sudah sepaket dengan HPV DNA (metode untuk mendeteksi adanya DNA dari virus HPV yang dapat memicu kanker serviks) dan bisa dilakukan di hampir semua puskesmas di Indonesia.
"APAKAH WAJIB?"
Wajib bangettt, terutama buat kita yang sudah menikah dan aktif berhubungan seksual. IVA Test ini juga merupakan program pemerintah, yang sudah dicanangkan sejak 2008. Dan karena ini program dari pemerintah, jadi bisa dilakukan di puskesmas dan tidak dipungut biaya sama sekali alias gratiiiisss. Sekali lagi, GRATIS. 🥰✨️
Cuma kayaknya memang masih banyak yang belum tahu soal ini, jadi belum aware.
"KAPAN BOLEH MULAI TES IVA?"
Pemerintah menargetkan tes ini untuk wanita usia subur (30-50 tahun) yang sudah menikah atau aktif secara seksual. Tapi, kita nggak perlu nunggu sampai usia 30 kok. Baiknya 3 tahun setelah menikah langsung cek ajaaa. Dan diulang setiap 3 tahun sekali untuk IVA, 5 tahun sekali untuk HPV DNA.
"GIMANA PROSEDURNYA?"
Pastikan dulu kapan ada jadwal IVA Test di puskesmas kalian. Karena nggak setiap hari ada.
Setelah memastikan jadwalnya, kalian tinggal datang aja ke puskesmas dengan membawa KTP dan kartu BPJS (untuk jaga-jaga, tapi tadi sih aku nggak pakai BPJS). Lalu bilang ke bagian pendaftaran bahwa kalian mau tes IVA. Nanti akan diarahkan ke bagian khusus pemeriksaan ginekologi. Bisa di poli KIA, bisa juga di PONEK/IGD. Setelah itu, kalian akan diminta mengisi form identitas dan riwayat kesehatan. Udah deh, tinggal nunggu.
Setelah masuk ruangan, kita akan diminta melepas celana dalam dan bersiap naik ke meja periksa. Bidan akan memulai pemeriksaan dengan membuka vagina, lalu mengambil sampel sel serviks untuk dikirim ke laboratorium (ini tes HPV DNA). Setelahnya, bidan akan mengusapkan cairan asam asetat untuk melihat perubahan pada mulut rahim (inilah tes IVA). Dan, sudah, hanya itu.
"SAKIT, NGGAK?"
Enggak kok. Nggak ssakit dan semenakutkan ituuu.
Tapi memang ada rasa nggak nyaman ketika alat spekulumnya dimasukkan ke vagina. Kayak ngganjel gitu loh wkwk. Tapi selain itu, nggak sakit. Dan prosesnya juga relatif cepat, nggak sampai 5 menit. ❤️
"HASILNYA BISA LANGSUNG DIKETAHUI?"
Untuk tes IVA, hasilnya bisa langsung terlihat dalam 1 menit. Sedangkan tes HPV DNA perlu analisis laboratorium, sehingga butuh beberapa hari. Biasanya 5-7 hari.
"PENTING NGGAK SIH?"
PENTING BANGETTTT.
Berdasarkan data tahun 2023, angka kematian kanker serviks mencapai 21.000 tiap tahunnya, dari 36.000 kasus baru. Ini tinggi banget, gaaiiisss. Kedua setelah kanker payudara.
Nah, tes IVA dan HPV DNA ini tujuannya untuk deteksi dini, sebelum muncul gejala, bahkan sebelum sel kankernya menyebar. Makin cepat dideteksi, makin baik prognosisnya.
"KALAU HASIL IVA-NYA POSITIF, GIMANA?"
Kalau hasil IVA-nya positif, berarti ada kelainan prakanker dan perlu pemeriksaan lanjutan ke SpOG untuk diagnosis pasti, dan dilanjutkan dengan penanganan sesuai kondisi.
Tenang, jangan panik. IVA positif adalah fase prakanker yang bisa diobati dan seringkali sembuh total dengan penanganan yang tepat.
Justru takutlah kalau muncul gejala sebelum kita menyadarinya.
***
Jadi, yuk gaaaiiisss berbondong-bondong kita lakukan tes IVA dan HPV DNA untuk cegah kanker serviks.
0 comments:
Posting Komentar